PERURI terbentuk pada tahun 1971, dan pada awalnya bergerak dalam pencetakan uang logam dan uang kertas. Seiring perkembangan teknologi, PERURI bertransformasi dari perusahaan percetakan sekuriti menjadi perusahaan teknologi keamanan tingkat tinggi (high security technology). Produknya seperti tanda tangan elektronik, identitas digital, sertifikasi elektronik, dan teknologi keamanan digital lainnya. Pada tahun 2023, PERURI dipercaya oleh pemerintah sebagai penyelenggara Government Technology (GovTech) Indonesia untuk mendukung integrasi layanan digital pemerintah. Dengan pengalaman lebih dari lima dekade, PERURI terus berkomitmen menjaga keaslian, keamanan, dan kepercayaan dalam berbagai layanan strategis bagi negara dan masyarakat.
Dalam rangka mendukung transformasi identitas perusahaan serta penerapan praktik bisnis yang berkelanjutan, PERURI melaksanakan program pengelolaan seragam perusahaan yang sudah tidak digunakan melalui Uniform Recycling Program (URP) – PERURI WearCycle. Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa seragam lama dikelola secara tertib, aman, dan bertanggung jawab sehingga tidak menimbulkan risiko penyalahgunaan atribut perusahaan maupun dampak negatif terhadap lingkungan. Seragam yang sudah tidak digunakan merupakan salah satu jenis limbah tekstil yang memerlukan pengelolaan khusus. Apabila tidak ditangani dengan baik, limbah tekstil berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan karena memiliki waktu degradasi yang relatif lama serta dapat menyebabkan pencemaran tanah dan air. Selain itu, atribut perusahaan yang masih melekat pada seragam juga berpotensi disalahgunakan apabila tidak dilakukan pemusnahan atau pengelolaan secara tepat. Melalui Uniform Recycling Program (URP) – PERURI WearCycle, seragam yang sudah tidak digunakan dikumpulkan, ditarik kembali, dan diproses untuk didaur ulang menjadi material atau produk yang memiliki nilai guna. Program ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung pengurangan limbah tekstil, penerapan prinsip ekonomi sirkular (circular economy), serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Tahapan proses program WearCycle adalah; (1) Persiapan & penempatan fasilitas pengumpulan, (2) Pengumpulan & pendataan seragam, lalu (3) Proses daur ulang seragam. Proses daur ulang seragam ini kemudian kami ambil alih, melewati beberapa tahapan seperti penyortiran residu (kancing baju, badge, dll), shredding, pembuatan fiber, pemintalan benang, lalu penenunan.
Dalam program WearCycle ini, limbah yang terkumpul ditargetkan sebanyak 100kg. Namun, ternyata pada akhir periode pengumpulan, jumlah limbah yang terkumpul melebihi target, yaitu 233kg, atau setara dengan 641 buah seragam. Limbah tersebut terdiri dari seragam kemeja batik, seragam kemeja polos, seragam polo, dan seragam WearPack. Program WearCycle memberi dampak sosial dan dampak lingkungan yang signifikan. Untuk dampak sosial, program ini berhasil memberdayakan tujuh orang pekerja penenun dan tiga orang pekerja sorting & cutting. Sedangkan untuk dampak lingkungan, program ini berhasil menghemat emisi karbon sebanyak 11.450 ton CO2e/kg, atau setara dengan serapan karbon 520 pohon dewasa selama setahun. Air bersih yang dihemat program ini sebanyak 2.678.400 liter, atau setara dengan konsumsi minum 49 orang dewasa dalam setahun. Karena seragam tidak terpakai disalurkan melalui proses daur ulang alih-alih terbuang, program ini menghemat 9m persegi lahan TPA.
Uniform Recycling Program dari Pable membuka kemungkinan-kemungkinan baru bagi perusahaan Anda untuk mewujudkan nilai-nilai ESG dan melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Ikuti jejak PERURI, Bank Mandiri, dan masih banyak lagi partner keberlanjutan kami!


